.. The Day After Tomorrow ..

Still there today for tomorrow?

Fenomena Halo

Malam ini, aku dah dapat 3 calling dari kawan-kawan mengenai apa yang dah terjadi... Diorang bertanya pada aku, apa yang dah berlaku pada bulan pada malam ni?? Seolah-olah ada lingkaran cahaya yang mengelilingi Bulan.. Apakah ada makna disebalik kejadian ini? Lantas, aku pun mula bercerita yang ianya dinamakan sebagai fenomena Halo.. Ikuti kupasan selanjutnya yang bakal aku terangkan di bawah ...

(sumber dari : http://kanyanganku.wordpress.com)


Dan gambar disebelah ini, adalah hasil observe aku menggunakan Software Stellarium 0.10 (Latest Version) yang aku guna ketika menghadiri kursus Sijil Falak di UDM bulan Mei baru-baru ni..



Imej ini aku capture sendiri dengan menggunakan software yang sama... untuk kita lihat lebih dekat lagi keadaan Bulan sebenar sekarang... Kawah-kawah Bulan boleh kita lihat dengan jelas di bahagian atas!! Subhanallah ...!!


Halo, dalam bahasa dan tulisan Latin ἅλως, juga disebut sebagai nimbus atau gloriole. Merupakan fenomena optik yang menampilkan bentuk cincin di sekitar sumber cahaya. Di alam biasanya kita lihat kettika bulan purnama atau ketika matahari terang di siang hari.

Fenomena tersebut terjadi akibat refleksi (pantulan) dan refraksi (pembiasan) cahaya matahari/bulan oleh kristal-kristal ais yang terdapat di awan cirrus, awan yang terletak di lapisan atmosfera yang disebut troposfera, sekitar 5-10km dari permukaan bumi.

Fenomena halo bisa juga kita temui ketika melihat cahaya kecil yang menyala di ruangan gelap, atau lampu jalan di malam hari.

Majlis Syarahan Perdana 2009 Oleh YBhg. Prof. Dr. Mustafa Mat Deris



Majlis Syarahan Perdana 2009


Tarikh : 6 November 2009
Masa : 10 pagi
Tempat : Dewan Kuliah 2, Universiti Tun Hussien Onn Malaysia (UTHM)
Oleh : YBhg. Prof. Dr. Mustafa Mat Deris,
Dekan Fakulti Teknologi Maklumat dan Multimedia, UTHM
Tajuk : Computer System : How Good Am I?


Big Bang, Ledakan yang Menghancurkan Paham Materialisme by Harun Yahya

Artikel ini saya petik daripada Laman Sesawang Harun Yahya, beliau menyatakan bahawa ;

GAGASAN KUNO ABAD 19: ALAM SEMESTA KEKAL

Gagasan yang umum di abad 19 adalah bahwa alam semesta merupakan kumpulan materi berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya. Selain meletakkan dasar berpijak bagi paham materialis, pandangan ini menolak keberadaan sang Pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir.
Materialisme adalah sistem pemikiran yang meyakini materi sebagai satu-satunya keberadaan yang mutlak dan menolak keberadaan apapun selain materi. Berakar pada kebudayaan Yunani Kuno, dan mendapat penerimaan yang meluas di abad 19, sistem berpikir ini menjadi terkenal dalam bentuk paham Materialisme dialektika Karl Marx.

Para penganut materalisme meyakini model alam semesta tak hingga sebagai dasar berpijak paham ateis mereka. Misalnya, dalam bukunya Principes Fondamentaux de Philosophie, filosof materialis George Politzer mengatakan bahwa "alam semesta bukanlah sesuatu yang diciptakan" dan menambahkan: "Jika ia diciptakan, ia sudah pasti diciptakan oleh Tuhan dengan seketika dan dari ketiadaan".

Ketika Politzer berpendapat bahwa alam semesta tidak diciptakan dari ketiadaan, ia berpijak pada model alam semesta statis abad 19, dan menganggap dirinya sedang mengemukakan sebuah pernyataan ilmiah. Namun, sains dan teknologi yang berkembang di abad 20 akhirnya meruntuhkan gagasan kuno yang dinamakan materialisme ini.

ASTRONOMI MENGATAKAN: ALAM SEMESTA DICIPTAKAN

Pada tahun 1929, di observatorium Mount Wilson California, ahli astronomi Amerika, Edwin Hubble membuat salah satu penemuan terbesar di sepanjang sejarah astronomi. Ketika mengamati bintang-bintang dengan teleskop raksasa, ia menemukan bahwa mereka memancarkan cahaya merah sesuai dengan jaraknya. Hal ini berarti bahwa bintang-bintang ini "bergerak menjauhi" kita. Sebab, menurut hukum fisika yang diketahui, spektrum dari sumber cahaya yang sedang bergerak mendekati pengamat cenderung ke warna ungu, sedangkan yang menjauhi pengamat cenderung ke warna merah. Selama pengamatan oleh Hubble, cahaya dari bintang-bintang cenderung ke warna merah. Ini berarti bahwa bintang-bintang ini terus-menerus bergerak menjauhi kita.
Jauh sebelumnya, Hubble telah membuat penemuan penting lain. Bintang dan galaksi bergerak tak hanya menjauhi kita, tapi juga menjauhi satu sama lain. Satu-satunya yang dapat disimpulkan dari suatu alam semesta di mana segala sesuatunya bergerak menjauhi satu sama lain adalah bahwa ia terus-menerus "mengembang".

Agar lebih mudah dipahami, alam semesta dapat diumpamakan sebagai permukaan balon yang sedang mengembang. Sebagaimana titik-titik di permukaan balon yang bergerak menjauhi satu sama lain ketika balon membesar, benda-benda di ruang angkasa juga bergerak menjauhi satu sama lain ketika alam semesta terus mengembang.

Sebenarnya, fakta ini secara teoritis telah ditemukan lebih awal. Albert Einstein, yang diakui sebagai ilmuwan terbesar abad 20, berdasarkan perhitungan yang ia buat dalam fisika teori, telah menyimpulkan bahwa alam semesta tidak mungkin statis. Tetapi, ia mendiamkan penemuannya ini, hanya agar tidak bertentangan dengan model alam semesta statis yang diakui luas waktu itu. Di kemudian hari, Einstein menyadari tindakannya ini sebagai 'kesalahan terbesar dalam karirnya'.

Apa arti dari mengembangnya alam semesta? Mengembangnya alam semesta berarti bahwa jika alam semesta dapat bergerak mundur ke masa lampau, maka ia akan terbukti berasal dari satu titik tunggal. Perhitungan menunjukkan bahwa 'titik tunggal' ini yang berisi semua materi alam semesta haruslah memiliki 'volume nol', dan 'kepadatan tak hingga'. Alam semesta telah terbentuk melalui ledakan titik tunggal bervolume nol ini.

Ledakan raksasa yang menandai permulaan alam semesta ini dinamakan 'Big Bang', dan teorinya dikenal dengan nama tersebut. Perlu dikemukakan bahwa 'volume nol' merupakan pernyataan teoritis yang digunakan untuk memudahkan pemahaman. Ilmu pengetahuan dapat mendefinisikan konsep 'ketiadaan', yang berada di luar batas pemahaman manusia, hanya dengan menyatakannya sebagai 'titik bervolume nol'. Sebenarnya, 'sebuah titik tak bervolume' berarti 'ketiadaan'. Demikianlah alam semesta muncul menjadi ada dari ketiadaan. Dengan kata lain, ia telah diciptakan. Fakta bahwa alam ini diciptakan, yang baru ditemukan fisika modern pada abad 20, telah dinyatakan dalam Alqur'an 14 abad lampau: "Dia Pencipta langit dan bumi" (QS. Al-An'aam, 6: 101)

Teori Big Bang menunjukkan bahwa semua benda di alam semesta pada awalnya adalah satu wujud, dan kemudian terpisah-pisah. Ini diartikan bahwa keseluruhan materi diciptakan melalui Big Bang atau ledakan raksasa dari satu titik tunggal, dan membentuk alam semesta kini dengan cara pemisahan satu dari yang lain.

BIG BANG, FAKTA MENJIJIKKAN BAGI KAUM MATERIALIS

Big Bang merupakan petunjuk nyata bahwa alam semesta telah 'diciptakan dari ketiadaan', dengan kata lain ia diciptakan oleh Allah. Karena alasan ini, para astronom yang meyakini paham materialis senantiasa menolak Big Bang dan mempertahankan gagasan alam semesta tak hingga. Alasan penolakan ini terungkap dalam perkataan Arthur Eddington, salah seorang fisikawan materialis terkenal yang mengatakan: "Secara filosofis, gagasan tentang permulaan tiba-tiba dari tatanan Alam yang ada saat ini sungguh menjijikkan bagi saya".
Seorang materialis lain, astronom terkemuka asal Inggris, Sir Fred Hoyle adalah termasuk yang paling merasa terganggu oleh teori Big Bang. Di pertengahan abad 20, Hoyle mengemukakan suatu teori yang disebut steady-state yang mirip dengan teori 'alam semesta tetap' di abad 19. Teori steady-state menyatakan bahwa alam semesta berukuran tak hingga dan kekal sepanjang masa. Dengan tujuan mempertahankan paham materialis, teori ini sama sekali berseberangan dengan teori Big Bang, yang mengatakan bahwa alam semesta memiliki permulaan. Mereka yang mempertahankan teori steady-state telah lama menentang teori Big Bang. Namun, ilmu pengetahuan justru meruntuhkan pandangan mereka.

Pada tahun 1948, Gerge Gamov muncul dengan gagasan lain tentang Big Bang. Ia mengatakan bahwa setelah pembentukan alam semesta melalui ledakan raksasa, sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ini haruslah ada di alam. Selain itu, radiasi ini haruslah tersebar merata di segenap penjuru alam semesta. Bukti yang 'seharusnya ada' ini pada akhirnya diketemukan. Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penziaz dan Robert Wilson menemukan gelombang ini tanpa sengaja. Radiasi ini, yang disebut 'radiasi latar kosmis', tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, akan tetapi meliputi keseluruhan ruang angkasa. Demikianlah, diketahui bahwa radiasi ini adalah sisa radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa Big Bang. Penzias dan Wilson dianugerahi hadiah Nobel untuk penemuan mereka.

Pada tahun 1989, NASA mengirimkan satelit Cosmic Background Explorer. COBE ke ruang angkasa untuk melakukan penelitian tentang radiasi latar kosmis. Hanya perlu 8 menit bagi COBE untuk membuktikan perhitungan Penziaz dan Wilson. COBE telah menemukan sisa ledakan raksasa yang telah terjadi di awal pembentukan alam semesta. Dinyatakan sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang masa, penemuan ini dengan jelas membuktikan teori Big Bang.

Bukti penting lain bagi Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa. Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu kala, maka unsur hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium.

Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat:

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihtatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang. (QS. Al-Mulk, 67:3)


Selepas ini, saya akan post kan artikel dari pandangan Dr Danial Zainal Abidin dalam karya beliau ; Quran Saintifik

Tip Penjagaan Komputer Riba (Laptop)



BATERI
  • Elakkan daripada penggunaan bateri dan digalakkkan untuk menggunakan kuasa terus dari punca elektrik
  • Komputer lebih sejuk tanpa haba dari bateri
  • Jika bateri sudah habis dicas, digalakkan menggunakan kuasa dari adapter
  • Pastikan bateri berada di bawah 10% sebelum dicas semula
  • Jika terlalu kerap dicas, bateri akan kehilangan keupayaan menyimpan tenaga di bawah 50%

PAPAN KEKUNCI
  • Letakkan sekeping kertas A4 untuk papan kekunci setiap kali tidak menggunakannya untuk menghindarkan papan kekunci dimasuki habuk
  • Sesekali lapkan papan kekunci dengan perlahan-lahan. Jangan terlalu kasar untuk mengelakkan butang kekunci rosak
  • Gunakan papan kekunci dan tetikus berasingan supaya kita tidak terlalu kerap menggunakan papan kekunci di komputer riba

SKRIN LCD
  • Lapkan skrin selalu kerana ia mudah dimasuki habuk
  • Gunakan screen saver
  • Power Management setkan pada "Turn Off Monitor in .. minutes"
  • Elakkan menyentuh skrin dengan jari kerana kesan jari yang berminyak menyukarkan untuk pembersihan
  • Jangan letakkan jari di skrin kerana boleh menyebabkan dead pixel

HABA PANAS
  • Pastikan komputer riba anda mempunyai ruang untuk mengeluarkan haba panas
  • Perlu diingat, komputer riba mempunyai ruang simpanan yang kecil

SURGE PROTECTOR
  • Fungsinya sebagai menjaga perisian dan perkakasan daripada rosak
  • Disyorkan untuk diguna bagi menjaga perkakasan dalaman komputer riba
  • Kelebihan lain Surge Protector ialah menjaga pemacu cakera keras (HDD) dan punca kuasa (Power Supply)

PORT
  • Sentiasa dibersihkan kerana mudah dimasuki habuk
  • Gunakan berus atau berus gigi lama
  • Pastikan suis dimatikan ketika membuat pembersihan

SEMINAR BULANAN ETNOMATEMATIK RUMPUN MELAYU SIRI 3/2009


PENGENALAN

Etnomatematik ialah matematik yang mengambil kira budaya di mana matematik itu berkembang. Menurut Maria (1999), etnomatematik merupakan kaedah untuk menjelaskan atau memikirkan matematik dalam budaya dan mikro budaya di mana ahli-ahlinya berhubungan antara satu sama lain dengan menggunakan komunikasi biasa. Manakala Shaharir (2002) pula mendefinisikan etnomatematik Melayu sebagai matematik tinggalan tamadun Melayu yang diajar, diucap, diujar, ditulis, dipakai dan dibaca dalam bahasa Melayu dan mengikut nilai Melayu. Untuk menjelaskan pula tafsiran matematik Melayu pula, kupasan oleh Shaharir (2001) lebih menyeluruh;

Matematik yang mengikut persepsi rumpun Melayu, termasuklah matematik yang diubahsuai kegunaan, konsep dan teorinya mengikut budaya Melayu yang luas, termasuk cara hidup, nilai, kepercayaan, ideologi, agama dan sebagainya …

Justeru, terdapat banyak khazanah ilmu Melayu yang perlu diterokai dan dipersembahkan kepada khalayak. Sehubungan dengan itu Kumpulan Penyelidikan Etnomatematik Rumpun Melayu (KuPELEMA) yang bernaung di bawah Institut Penyelidikan Matematik (INSPEM), UPM dengan kerjasama ASASI akan meneruskan Seminar Etnomatematik Rumpun Melayu Siri 3/2009, sebagaimana berikut;


Masa : 8:30 pagi-5:00 petang
Tarikh : 18 November 2009
Tempat : Bilik Mesyuarat Jabatan Matematik, Fakulti Sains, UPM
Sasaran : Mahasiswa, Tutor, Pensyarah, Penyelidik dan mereka yang berminat


Untuk mereka yang berminat, bolehlah menghubungi Pn. Nur Sumirah Mohd Dom di talian 03-8946 8459 atau melalui email n_sumirah@putra.upm.edu.my


Maklumat Lanjut, klik di sini


Solar Cycle 24 Bermula dengan 2 Tompok Hitam Matahari!



Matahari sudah 'hidup' kembali. Apabila sudah agak beberapa lama matahari ketandusan sebarang tompok hitam, hari ini, bukan satu tapi dua tompok hitam matahari kembali muncul. Ini merupakan Sunspot Cycle 24. Laman web SOHO menerusi magnetographnya, telahpun memberi amaran awal kepada ahli astronomi mengenai kemunculan tompok matahari baru ini, ketika ia masih berada di bahagian belakang matahari dan belum pusing mengadap arah Bumi. Ahli FO dan APGM kita, bro William telah merakam tompok-tompok tersebut menerusi teleskop SolarMax60 dan Lunt CaK60. Kamera yang digunakan ialah DMK41AU02.AS .



Istiwa 'Adzam - Peluang Menyemak Arah Kiblat


أَلَمْ تَرَ إِلَى رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ الظِّلَّ وَلَوْ شَاءَ لَجَعَلَهُ سَاكِنًا ثُمَّ جَعَلْنَا الشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيلا


Tidakkah engkau melihat Tuhanmu? Bagaimana Ia menjadikan bayang-bayang itu terbentang, dan jika Ia kehendaki tentulah Ia menjadikannya tetap (tidak bergerak dan tidak berubah)! Kemudian Kami jadikan matahari sebagai tanda yang menunjukkan perubahan bayang-bayang itu.



Istiwa A'zam adalah fenomena matahari berada betul-betul di atas bangunan Kaabah. Fenomena ini berlaku 2 kali dalam setahun iaitu pada : 28 Mei (5.16 petang waktu Malaysia) dan 16 Julai (5.28 petang waktu Malaysia).

Apabila matahari berada betul-betul di atas bangunan Kaabah, maka secara tidak langsung bayang-bayang objek di tempat lain yang terbentuk juga akan menghadap ke arah Kaabah (kiblat) pada waktu tersebut.

Kita di Malaysia juga berpeluang menyemak arah kiblat tempat kita dengan tepat semasa berlakunya fenomena tersebut.

Kaedah menggunakan bayang matahari pada tarikh dan waktu tersebut adalah kaedah yang paling mudah, tepat, praktikal dan ekonomi. Hanya dirikan tiang yang lurus dengan tegak di tempat lapang yang tidak terlindung dari mendapat cahaya matahari pada petang tersebut. Tandakan dan gariskan bayang tiang pada waktu yang tersebut. Garisan yang menghadap ke pangkal tiang adalah arah kiblat tempat anda.